Selasa, 01 Desember 2009
Senin, 30 November 2009
Nate Robinson MONSTER slam dunk 2009
Nate Robinson benar-benar luar biasa. Dengan tinggi badan hanya 175cm (termasuk pendek untuk ukuran dunker) namun dia mampu melakukan dunk-dunk dahsyat, ga kalah dari Dwight Howard yang bertinggi badan 211cm.
Howard sempat mendapat nilai sempurna dari juri pada 2 dunk pertamanya. Unik, begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan dunk dari Howard pada sesi penyisihan. Howard melakukan dunk pada ring yang diangkat dengan forklift, alias melakukan dunk pada ring yang telah ditinggikan dari ukuran normal, wow!! Walau tak seheboh dunk-nya tahun lalu, namun Howard cukup menghibur penonton dengan aksinya berganti kostum superman pada kotak telepon sebelum melakukan aksinya
Nate Robinson sang juara memang pantas untuk mendapat gelar tahun ini. Juara dunk pada tahun 2006 untuk kontes serupa ini melakukan hal yang tak kalah menghibur dengan Howard. Sebelum babak final, ia mengganti kostum dan sepatunya dengan warna hijau menyala. Maksudnya adalah sebagai lambang bahwa dia tidak takut akan superman dan memakai pakaian dan sepatu hijau menyala (menggambarkan kryptonite yang merupakan kelemahan superman). Bola yang digunakannya pun berwarna hijau terang.
Dunk pamungkasnya dilakukan dengan cara “melangkahi” Howard yang bertinggi badan 211. Gileee…!!!

Sabtu, 21 November 2009
THE JACK MANIA
Sejarah The Jack Mania

SEJARAH "THE JACK MANIA"
The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter. Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain. Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania. Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung. Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil). Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.






